Pasca Kritikan YLKI, Pengelola Bandara Gusti Syamsir Alam Segera Lakukan Pembenahan

Banuaterkini.com - Rabu, 2 November 2022 | 19:39 WIB

Post View : 84

Pertemuan antara UPBU GSA, maskapai Wings Air dan Ketua YLKI Kalsel Fauzan Ramon, Selasa (01/11/2022).
images (4)

Laporan: Aidil S l Editor: DR MDQ

Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Gusti Syamsir Alam (GSA) langsung melakukan koordinasi untuk pembenahan pelayanan jasa pengguna bandara setelah mendapat kritik dari Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Fauzan Ramon, pekan lalu.  

Kotabaru, Banuaterkini.com – Sepekan pasca “insiden” tak diizinkan masuk ke ruang tunggu UPBU GSA oleh petugas Aviation Security (AVSEC) dan munculnya kritik tajam dari Ketua YLKI Kalsel, Fauzan Ramon terkait masih buruknya kinerja petugas pelayanan jasa pengguna bandara, pihak UPBU Gusti Syamsir Alam Kotabaru langsung melakukan pembenahan. 

Menurut Kordiantor Tim Penguatan Pengawasan UPBU Gusti Syamsir Alam, Surahman, sehari setelah muncul pemberitaan dan kritik dari YLKI yang dilansir Banuaterkini.com, pihak UPBU GSA pada Jum’at (28/10/2022) langsung mengadakan rapat khusus berkaitan dengan kritik yang disampaikan Ketua YLKI Kalsel.

Dan untuk mendapatkan masukan secara langsung, kata Surahman, pada Selasa (01/11)2022) hari ini, pihaknya melaksanakan pertemuan lanjutan dengan menghadirkan mengundang Ketua YLKI Kalsel Fauzan Ramon, pihak AVSEC, dan pihak maskapai Wings Air. 

“Sehari setelah muncul kritikan di media Banuaterkini.com, kami langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait pelayanan jasa bandara. Jadi, pertemuan hari ini merupakan pertemuan lanjutan,” ujar Surahman dikutip Banuaterkini.com, Selasa (01/11/2022). 

Pertemuan antara pihak Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Gusti Syamsir Alam yang dipimpin langsung Kepala UPBU GSA dengan maskapai dan pihak terkait kritik yang dilontarkan Ketua YLKI Kalsel, Kamis (27/10/2022).

Surahman menjelaskan, bahwa koordinasi tersebut sudah sesuai dengan arahahan Kepala Kantor UPBU Gusti Syamsir Alam sebagaimana tertuang dalam surat Nomor KP.004/0693/UPBU-GSA/IV/2021 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Pembangunan Zona Integritas Menuju WIlayah BEbas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Kami juga sudah meminta klarifikasi kepada petugas AVSEC atasnama Havidz yang saat itu sempat terlibat perdebatan dengan Ketua YLKI Kalsel dan meminta keterangan dari pihak Wings Air,” imbuh Surahman.

Ditambahkannya, pihaknya akan segera melakukan pembenahan termasuk pembinaan kepada para petugas untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.

Seperti diketahui, Banuaterkini.com menurunkan berita berkaitan dengan kritik tajam yang disampaikan Ketua YLKI Kalsel, Dr Fauzan Ramon SH MH, dalam peristiwa yang dialaminya saat hendak memasuki ruang tunggu Bandara GSA pada Kamis Rabu (26/10/2022) lalu.

Baca Juga :  Peduli Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kalsel Berpartisipasi Tanam Pohon

Fauzan menuturkan kronologi yang berujung kritiknya melalui media, ketika itu saat dia pada Rabu (26/10/2022) sekitar pukul 14.05 wita hendak memasuki ruang tunggu UPBU Gusti Syamsir Alam, oleh petugas AVSEC bernama Havidz dirinya tidak diperbolehkan masuk lantaran dianggap tidak memiliki boarding pass untuk penerbangan Wings Air tujuan Banjarmasin.

“Padahal, saya sudah menunjukkan bahwa saya sudah ada boarding pass versi digital, karena memang oleh maskapai dimungkinkan menggunakan fasilitas itu, tetapi oleh petugas yang bernama Havidz saya dicegah masuk, lantaran saya masih dianggap tidak memiliki boarding pass dan diharuskan menjukkan versi cetaknya,” ujar Fauzan menjelaskan.

Ditambahkan Fauzan, kala itu sempat terjadi debat dengan sejumlah petugas yang masih ngotot melarang dirinya masuk ruang tunggu karena tidak bisa menunjukkan boarding pass versi cetak. Saya sempat emosi, kata dia, dan beruntung petugas dari maskapai sigap memberikan dia boarding pass versi cetak. 

“Saya sudah terbang ke banyak daerah di Indonesia, bahkan saya baru datang umrah, saat hendak memasuki ruang tunggu saya cuma menunjukkan boarding pass versi digital, tak perlu harus mencetak ulang, di bandara Syamsuddin Noor juga begitu dan tidak ada masalah. Seharusnya di Bandara Gusti Syamsir Alam juga menggunakan sistem yang sama,” imbuhnya.

Bording pass versi digital itu, lanjut Fauzan, adalah alat yang sah atau legal secara hukum sebagai akses untuk memasuki kawasan ruang tunggu karena itu memang fasilitas yang diberikan oleh maskapai dan layanan bandara.

Tapi anehnya, kata Fauzan lagi, mengapa di UPBU Gusti Syamsir Alam dirinya malah mendapat perlakuan yang tidak ramah dan dilarang memasuki kawasan bandara, bahkan petugas tidak menggubris penjelasan darinya saat menunjukan boarding pass versi digital.

“Ini harus diperbaiki, sebab di era digital seperti sekarang saya kira sudah pas mendapat fasilitas boarding pass digital itu, ini konsekuensi kita memasuki era industri 4.0. Kalau sikap petugas UPBU Gusti Syamsir Alam seperti yang dipertontonkannya pada saat saya hendak masuk ruang tunggu saat itu, saya pikir sikap mental dan kinerja petugas seperti perlu dievaluasi,” tegas Anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Banjarmasin ini.

Baca Juga :  Loka POM Tanah Bumbu Pantau Peredaran Obat Sirup Anak

Lebih lanjut, Fauzan yang juga Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel ini, meminta kepada Kepala UPBU Gusti Syamsir Alam melakukan penindakan setidaknya melakukan evaluasi kepada para petugas terutama petugas layanan masuk ruang tunggu.

 

“Sebab, para petugas ini kan harusnya menggunakan cara-cara yang logis dan fleksibel, tidak perlu kaku, sebab saya bukan penjahat atau teroris, yang tidak bisa menunjukkan akses masuk ruang tunggu, saya punya hak karena sudah memiliki boarding pass. Semoga saja, peristiwa yang menimpa saya tidak terjadi pada orang lain, ini pembelajaran agar petugas lebih ramah ke depan,” pungkasnya.  

Ketua YLKI Kalsel, Dr Fauzan Ramon SH MH, meminta pihak UPBU GSA Kotabaru memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen pengguna jasa bandara. Foto: Banuaterkini/DQ

Pada pertemuan tersebut, Fauzan yang mengaku hampir tiap minggu terbang ke Kotabaru untuk mendampingi kliennya yang sedang terjerat kasus hukum.

Dirinya, kata Fauzan lagi, dipastikan menggunakan layanan jasa bandara GSA, jadi peristiwa tersebut pasti akan terus dalam pantauannya. Tapi, kata dia lagi, syukurlah apabila memang pihak pengelola bandara GSA melakukan pembenahan cepat, pertistiwa yang pernah dia alami tidak akan terjadi pada penumpang lainnya.

“Walau bagaimanapun, saya ini mewakili konsumen secara keseluruhan yang menggunakan jasa bandara GSA ini, jadi ini bukan urusan pribadi saya saja, tetapi menyangkut kepentingan konsumen pengguna jasa bandara yang selama ini selalu menjadi concern saya untuk diperjuangkan. Jadi, mohon maaf apabila kritik saya terlalu tajam, semoga ini menjadi bahan evaluasi dan kritik yang membangun bagi pengelola,” pungkas Fauzan.   

Pengelola Bandara GSA Minta Maaf

Sementara itu, Kepala UPBU GSA Chairul Umam melalui Kasub Bagian Tata Usaha, Rakhmat Eddy Widodo, dalam pertemuan tersebut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan Ketua YLKI sebagai pengguna jasa bandara dalam kasus tersebut di atas.

Menurut dia, berkaca dari kasus tersebut pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam pengelelolaan bandara GSA baik AVSEC maupun maskapai Wings Air.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa bandara,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca Robohnya Ikon Ketupat Sungai Baru, Warga Mengaku Keberatan Pagar Bambu KWM

Disebutkan Eddy, kritik yang disampaikan Ketua YLKI justru merupakan momentum yang baik bagi pihak pengelola bandara untuk terus membenahi sistem pelayanan bandara.

Apalagi, kata Eddy, sekarang tingkat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara lumayan tinggi karena Pemkab Kotabaru sedang gencar-gencarnya membangun kawasan wisata di daerah tersebut setelah beberapa tahun terakhir vakum pasca pandemi covid-19.

“Kami berterima kasih atas kritikan pa Fauzan Ramon. Peristiwa itu merupakan pelajaran yang sangat berarti, agar kami terus meningkatkan kualtias pelayanan kami kepada pengguna jasa bandara,” tegasnya.

Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru. Foto: UPBU GSA.

Lebih lanjut, terkait kendala pemeriksaan akses masuk ruang tunggu yang semula menjadi pemicu kritik Ketua YLKI Kalsel, menurut Eddy pihaknya sudah meminta pihak AVSEC menggunakan pendekatan yang lebih bersahabat mengingat memang mesin scanner untuk mendeteksi barcode pada boarding pass digital yang diperoleh melalui Web Check in masih belum tersedia di bandara GSA.

Pihak AVSEC, lanjut Eddu, sudah berkordinasi dengan pihak Wings Air, bahwa apabila ada pengguna jasa bandara yang memiliki boarding pass digital diperbolehkan masuk ke ruang tunggu terlebih dahulu dan berkordinasi dengan maskapai untuk mendata penumpang secara manual,” beber Eddy.

“Kebijakan ini merupakan jalan keluar sementara sambil pihaknya berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait penyediaan mesin pendeteksi penumpang yang melakukan cek in secara online. Mudah-mudahan secepatnya kami bisa menyediakan mesin scan barcode cek in online penumpang di bandara ini,” harap Eddy.

Di akhir pertemuan, Eddy menyampaikan 3 kesimpulan pertemuan antara YLKI Kalsel, UPBU GSA, AVSEC dan maskapai Wings Air.

Pertama, kata Eddy, pengelola GSA melakukan koordinasi terkait web check in antara AVSEC dan maskapai dengan cara pihak maskapai mencetak nama-nama yang melakukan web check in kemudian melaporkannya pada pihak tata terminal dan AVSEC.

“Setelah diketahui penumpang yang melakukan web check in untuk kemudian dicetak hardcopy tiketnya agar penumpang tersebut masuk dalam data person on board, mengingat di Bandar Udara Gusti Syamsir Alam Kotabaru belu ada Barcode Scanner untuk cek in online,” ujar Eddy.

Yang kedua, lanjut Eddy, penumpang yang sudah memiliki boarding pass online diperbolehkan memasuki ruang tunggu terlebih dahulu, petugas mencatat data yang perlu dari penumpang tersebut nama dan kode booking untuk dicetak boarding pass-nya.

“Terakhir, Supervisor AVSEC diharapkan turutserta, jika ada kejadian seperti ini untuk menjadi penengah, karena UPBU Gusti Syamsir Alam merupakan instansi pelayanan yang harus mengutamakan peyanan yang  baik, karena penumpang yang dihadapi memiliki berbagai macam karakter,” pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev

You cannot copy content of this page

Apa yang bisa kami bantu?