RI-AS Sepakat Tuntaskan Tarif Dagang, Target 3 Minggu!

Redaksi - Jumat, 11 Juli 2025 | 08:56 WIB

Post View : 1

Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto (kanan) bersama U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick (tengah) dan United States Trade Representative Jamieson Greer (kiri) usai pertemuan bilateral di Washington D.C., Rabu (09/07/2025). (BANUATERKINI/Humas Menko Ekon)

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati langkah intensif untuk menyelesaikan perundingan tarif dagang secara resiprokal dalam tiga minggu ke depan.

Banuaterkini.com, JAKARTA - Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan strategis antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan pejabat tinggi AS, yakni U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick serta United States Trade Representative Jamieson Greer, di Washington D.C., Rabu (09/07/2025).

Langkah diplomatik ini merupakan bagian dari strategi lanjutan pasca pengumuman Presiden AS Donald Trump pada 7 Juli 2025, yang membuka kembali peluang renegosiasi tarif dengan mitra dagang utama.

Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang langsung diterima untuk membahas hal tersebut, mencerminkan posisi strategis RI di mata Washington.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (10/7), Menko Airlangga menegaskan pentingnya pendekatan saling menguntungkan dalam perundingan ini.

“Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan. Ke depan, kita akan terus berupaya menuntaskan negosiasi ini dengan prinsip saling menguntungkan,” ujarnya.

Isu yang dibahas mencakup tarif perdagangan, hambatan non-tarif, ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta kerja sama komersial dan investasi.

Penekanan juga diberikan pada sektor-sektor strategis, seperti mineral kritis , nikel, tembaga, dan kobalt, yang diminati oleh AS untuk mendukung rantai pasok global.

“AS menunjukkan ketertarikan yang kuat untuk memperkuat kemitraan di bidang mineral kritis. Indonesia memiliki cadangan besar, dan kita perlu mengoptimalkan potensi kerja sama pengolahan mineral tersebut,” tambah Airlangga.

Selain itu, hubungan dagang sektor pertanian dan energi juga ikut diperkuat.

Minggu lalu, sejumlah perusahaan Indonesia telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan mitra AS untuk pembelian produk unggulan dan peningkatan investasi.

Pertemuan ini dipandang sebagai momentum penting dalam menjaga keseimbangan hubungan dagang bilateral di tengah ketegangan ekonomi global.

Dengan target rampung dalam tiga minggu, perundingan ini berpotensi menjadi tonggak sejarah baru bagi kerja sama ekonomi Indonesia-AS.

Laporan: Ariel Subarkah
Editor: Ghazali Rahman
Copyright @Banuaterkini 2025

Halaman:
Baca Juga :  Pemudik Membludak, Bandara Syamsuddin Noor Tambah Penerbangan Ekstra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev