Home » Agama

Guru Madyan Ungkap Misteri Besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Banuaterkini.com - Kamis, 8 Februari 2024 | 09:18 WIB

Post View : 15

Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie saat tausiyah peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad Saw di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Rabu (7/2/24) malam. Foto: BANUATERKINI/ANTARA/Syamsuddin. Hasan)

Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie atau yang akrab disapa Guru Madyan mengungkap misteri besar peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Besar Muhammad Saw sebagai ujian keimanan setiap umat Islam.

Banjarmasin, Banuaterkini.com - Saat memberikan ceramah dalam rangka memperingati Isra Mi'raj di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Rabu (07/02/2024) malam, Guru Madyan menyebutkan bahwa Isra Mi'raj adalah momentum untuk peningkatan dan ujian keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

"Isra dan Mi'raj adalah (momentum) untuk peningkatan dan ujian keimanan kepada Allah dan Rasul Nya," kata Tuan Guru Madyan, malam tadi.

Menurut Tuan Guru yang lama menimba ilmu agama di Mekkah dan Madinah Arab Saudi tersebut, selain menerangkan perjalan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga naik ke langit ketujuh sampai Sidratul Muntaha, ia juga mengungkapkan bahwa ketika berada di Arsy atau dekat Allah SWT, Rasulullah melihat sesuatu dan berbau harum tiada terhingga.

"Rasulullah SAw pun berdialog dengan Allah SWT atau menanyakan sesuatu yang harum tiada terhingga tersebut. Allah pun menyatakan, bahwa itu gambaran tempat seseorang yang tidak pernah lupa dengan Allah seperti shalat," ucapnya, dikutip dari Antara, Kamis (08/02/2024).

Selain itu, imbuhnya, orang tersebut pikiran atau hatinya selalu mau ke masjid dan tidak pernah durhaka dengan orang tua, lanjut mantan Ketua Persatuan Qari dan Qariah DKI Jakarta tersebut mengutip ceritera Isra Mi'raj Rasulullah Muhammad SAW.

Keponakan mendiang KH Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II masa Presiden Soekarno itu menambahkan, bahwa ketika dialog di Arsy tersebut Allah menawarkan permintaan apa yang Rasulullah mau.

"Namun Rasulullah tidak menjawab langsung tawaran Allah tersebut, tapi secara diplomasi menceritakan Nabi-Nabj terdahulu antara lain Nabi Sulaiman alaihi salam (as), Nabi Musa as dan Nabi Isa as. Akhirnya Allah menyatakan; 'Engkau Ya Muhammad kekasih Ku (Habibullah)," lanjutnya.

Oleh karena itu, kalau mau pula menjadi kekasih Allah cintai Rasulullah Saw dengan pengertian mengikuti Sunnah Beginda Rasul tersebut.

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev
Apa yang bisa kami bantu?