Badan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) mengimbau negara-negara Uni Eropa untuk waspada terhadap penyebaran cepat Mpox clade I di Afrika Tengah dan merekomendasikan saran perjalanan ke wilayah terdampak, termasuk Burundi, Republik Afrika Tengah, Kongo, Rwanda, Uganda, dan Kenya.
Banuaterkini.com, STOCKHOLM - Badan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) di Stockholm merekomendasikan negara-negara anggota Uni Eropa (UE) untuk mengeluarkan saran perjalanan bagi wilayah Mpox di Afrika Tengah.
Wilayah ini mencakup lima negara, yaitu Burundi, Republik Afrika Tengah, Kongo, Rwanda, Uganda, serta Kenya.
Direktur ECDC, Pamela Rendi-Wagner, menekankan pentingnya kewaspadaan terkait penyebaran Mpox clade I, varian baru virus yang muncul di Afrika dan telah menyebar dengan cepat.
"Sebagai konsekuensi dari penyebaran yang cepat di Afrika, ECDC telah menaikkan tingkat risiko bagi penduduk di UE dan bagi wisatawan yang datang ke wilayah yang terkena dampak," ucap Rendi-Wagner dalam konferensi pers di Stockholm, seperti dilansir DW Selasa (20/08/2024)
Kasus pertama infeksi Mpox clade I di UE dilaporkan di Swedia pada Kamis (15/08), melibatkan seorang warga yang baru saja kembali dari Afrika.
Meskipun belum ada larangan atau peringatan perjalanan resmi dari ECDC, jumlah infeksi di Eropa diperkirakan akan meningkat.
Oleh karena itu, ECDC menekankan pentingnya deteksi dini dan isolasi bagi mereka yang menunjukkan gejala untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Mpox clade I, yang ditularkan melalui kontak fisik dekat, telah menyebabkan lebih dari 16.000 infeksi dan 511 kematian di Republik Demokratik Kongo tahun ini.
ECDC yakin bahwa penyebaran Mpox yang berkelanjutan di Eropa dapat dicegah jika kasusnya segera ditemukan dan diobati.
"Pengawasan yang efektif, kapasitas laboratorium, penyelidikan epidemiologi, dan pelacakan kontak sangat penting untuk menemukan Mpox clade I dan meresponsnya dengan tepat," tulis ECDC dalam analisis risiko barunya pada Jumat (16/08/2024).
ECDC juga merekomendasikan vaksinasi bagi pelancong yang berencana mengunjungi daerah berisiko.
Respon Internasional terhadap Mpox
Sementara Uni Eropa belum mengeluarkan peringatan perjalanan, Cina telah meningkatkan kontrol perbatasannya untuk menanggulangi penyebaran Mpox.
Orang yang terinfeksi atau memiliki gejala diminta melapor ke pihak berwenang di bandara dan pelabuhan internasional.
Kementerian Luar Negeri Jerman telah memperbarui informasi mengenai Mpox, meskipun belum mengeluarkan peringatan perjalanan khusus untuk Burundi, Rwanda, atau Kenya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Mpox clade I sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional" pada Rabu lalu, menandai tingkat peringatan tertinggi yang dikeluarkan oleh WHO.
Pergantian Nama untuk Menghindari Rasisme
WHO mengganti nama penyakit cacar monyet menjadi Mpox untuk menghindari kemungkinan konotasi rasial.
Sebelumnya, cacar monyet dikenal sebagai penyakit yang menyerupai cacar pada manusia dan dianggap lebih sulit menular serta kurang mematikan.
Pada tahun 2022, terdapat sekitar 100.000 infeksi virus subkelompok 2b di 116 negara di seluruh dunia, dengan 200 kematian yang terdaftar.