Kadinkes Kalsel: Tidak Ada Warga yang Tertular Virus Flu Burung

Redaksi - Selasa, 28 Februari 2023 | 19:03 WIB

Post View : 1

Kadinkes Kalsel DR Diauddin. Foto: Antaranews/Diskominfo Kalsel.

Laporan: Misbad l Editor: Ghazali Rahman
 
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dr Diauddin menyatakan, hingga kini tidak ada warga yang tertular virus flu burung.
 
Banjarbaru, Banuaterkini.com - Memang menurut Diauddin, virus flu burung sudah masuk di Provinsi Kalsel, ditemukan kasusnya di peternakan unggas.
 
"Jadi belum ada kasusnya ke manusia," ujarnya dikutip Banuaterkini.com, Selasa (28/02/2023).
 
Dikutip dari Antaranews.com, sebelumnya virus flu burung yang masuk ke Kalsel atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) Sub Tipe H5N1 Clade 2.3.4.4b.
 
Ini sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 16183/PK.320/F/01/2023 Tanggal 16 Januari 2023 tentang Peningkatan Kewaspadaan HPAI Sub Tipe H5N1 Clade 2.3.4.4b tersebut.
 
Dinyatakan Diauddin, virus flu burung memang bisa menular ke manusia, namun untuk jenis ini dampaknya rendah.
 
"Bisa (menular kemanusiaan), tapi kemungkinannya rendah," ujarnya.
 
Sehingga, Diauddin meminta masyarakat tidak panik atau khawatir berlebihan terhadap kasus virus flu burung yang sudah ada di provinsi ini.
 
"Karena kasus di unggas, bukan di manusia," tuturnya lagi. 
 
Terkait adanya kasus virus flu burung ini, Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan provinsi setempat sudah bergerak untuk penanganan sesuai instruksi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.
 
Terkait upaya pencegahan itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel Suparmi menyatakan, diantaranya meningkatkan biosekuriti, pembagian desinfektan pada sentra peternakan unggas, pembinaan, sosialisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) ke masyarakat mengenai HPAI.
 
"Demikian juga pengambilan sampel untuk uji laboratorium di Balai Veteriner Banjarbaru serta monitoring pasar unggas yang berada di Kalsel," ujarnya.
 
Pemprov Kalsel juga meningkatkan pemantauan lalu lintas unggas antar provinsi dan kabupaten/kota, mengingat cukup tingginya lalu lintas ternak unggas di provinsi ini.
 
Kemudian, otoritas veteriner dan dokter hewan berwenang di masing-masing wilayah terus memastikan setiap unggas yang dilalulintaskan merupakan unggas sehat dan tidak terkena HPAI. (Antara). 

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev