Presiden Jokowi Setujui Inpres terkait Air Minum

Banuaterkini.com - Selasa, 24 Oktober 2023 | 05:14 WIB

Post View : 125

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam keterangannya kepada awak media usai rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2023). Foto: BPMI Setpres

Laporan: Ariel Subarkah

Presiden Jokowi telah memberikan persetujuan mengenai Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dituangkan dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres).

Jakarta, Banuaterkini.com - Usulan mengenai SPAM yang dituangkan dalam bentuk Inpres tersebut diusulkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat Sidang Kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2023).

“Disetujui oleh Bapak Presiden untuk dibentuk Inpres (Instruksi Presiden) air minum,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam keterangannya kepada awak media usai rapat.

Suharso juga menjelaskan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024, target pemasangan air minum di perumahan adalah 10 juta sambungan rumah. Namun, hingga tahun 2023, baru tersambung sebanyak 3,8 juta rumah.

“Nah gap yang hampir 6,2 juta lah kita mau coba atasi pada tahun depan tanpa harus membangun air baku karena kebetulan sumber airnya kita sudah punya,” ungkap Suharso.

Suharso menyebut bahwa saat ini Indonesia memiliki idle capacity sekitar 38 ribu liter yang dapat disambungkan ke lebih dari 3 juta sambungan rumah di seluruh Indonesia.

Meski demikian, Presiden menginstruksikan agar rumah-rumah yang mendapatkan sambungan tersebut diprioritaskan bagi rumah-rumah yang berada di daerah dengan tingkat stunting tinggi.

“Terutama yang membutuhkan intervensi pengadaan air bersih yang lebih baik,” pungkasnya. 

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev