Rumahnya Dijarah, Sahroni Janji Kembalikan Gaji dan Tunjangan

Redaksi - Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:18 WIB

Post View : 8

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni. (BANUATERKINI/Tribun Jatim).

Kediaman mewah milik Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Ahmad Sahroni, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa dan dijarah pada Jumat (29/08/2025) malam.

Banuaterkini.com, JAKARTA - Sejumlah barang berharga hingga kendaraan mewah miliknya dirusak. Menyikapi peristiwa tersebut, Sahroni berjanji akan mengembalikan seluruh gaji dan tunjangan yang diterimanya kepada masyarakat. 

Rumah Sahroni Jadi Sasaran

Gelombang protes terhadap kebijakan tunjangan rumah Rp50 juta per bulan untuk anggota DPR yang dimulai pada 25 Agustus 2025 semakin meluas dan memicu kerusuhan di berbagai daerah.

Aksi massa tidak hanya berlangsung di depan Gedung DPR RI, tetapi juga menyasar rumah pribadi sejumlah anggota dewan.

Kediaman Ahmad Sahroni menjadi salah satu target amukan massa.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa mendobrak pagar rumah, membawa keluar barang-barang, bahkan merusak mobil mewah seperti Tesla dan Lexus yang terparkir di garasi. 

Sahroni Janji Kembalikan Gaji dan Tunjangan

Di tengah sorotan publik, Ahmad Sahroni menegaskan sikapnya dengan berkomitmen mengembalikan seluruh gaji dan tunjangan yang diterimanya sebagai anggota DPR.

“Semua gaji dan tunjangan yang saya terima akan dikembalikan untuk masyarakat. Meski nanti dievaluasi, tetap akan saya kembalikan ke warga,” ujar Sahroni, seperti dikutip dari detik.com, Sabtu (30/8/2025).

Selain itu, Sahroni juga menyatakan mendukung penuh evaluasi total terhadap kebijakan tunjangan anggota DPR.

Ia menilai langkah itu penting untuk meredam kemarahan publik sekaligus memperbaiki citra lembaga legislatif. 

Gelombang Kritik dan Tuntutan Publik

Sebelumnya, Sahroni mendapat sorotan tajam setelah pernyataannya yang menyebut desakan pembubaran DPR sebagai sikap “mental orang tolol sedunia” menuai kontroversi luas.

Ucapannya dianggap semakin memperburuk citra DPR di mata publik, di tengah kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat.

Peristiwa penjarahan rumah Sahroni pun menjadi simbol kemarahan rakyat yang meluap.

Para pengunjuk rasa menilai wakil rakyat tidak hanya gagal memperjuangkan kepentingan masyarakat, tetapi juga tidak peka terhadap penderitaan yang sedang dialami rakyat kecil. 

Janji Ahmad Sahroni untuk mengembalikan gaji dan tunjangan dipandang sebagai upaya meredam amarah publik.

Namun, gelombang protes yang meluas menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan rakyat terhadap DPR berada dalam krisis serius.

Tuntutan reformasi kelembagaan dan penghentian tunjangan mewah diprediksi akan terus menguat.

Laporan: Ariel Subarkah
Editor: Ghazali Rahman
Copyright @Banuaterkini 2025

Halaman:
Baca Juga :  Putra Prabowo Sambangi Megawati di Lebaran, Ada Apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev