SWI Daftar Jadi Anggota Dewan Pers, Herry: SWI Daerah Wajib Bikin Program ‘Ngopi’

Banuaterkini.com - Rabu, 18 Oktober 2023 | 14:27 WIB

Post View : 40

Jajaran Pengurus Pusat SWI saat mendaftar sebagai konstituen Dewan Pers. Foto: BANUATERKINI/Humas SWI/Misbad.

Laporan: Misbad

Untuk menunjukkan eksistensinya, Serikat Wartawan Indonesia (SWI) melakukan pendaftaran menjadi menjadi konstituen Dewan Pers, Selasa (17/10/2023). Selain itu, SWI juga mewajibkan pengurus daerah di seluruh Indonesia untuk membuat program Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi'). 

Jakarta, Banuaterkini.com - Pendaftaran dilakukan Pengurus Pusat SWI di Lt. VII Gedung Dewan Pers, Jalan Kebun Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat.

Saat pendaftaran jajaran Pengurus Pusat SWI diterima langsung oleh Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Atmaji Sapto Anggoro, dan tenaga ahli Winarto beserta Sekretariat Dewan Pers Rita.

"Alhamdulillah SWI hari ini telah mendaftarkan diri untuk menjadi konstituen Dewan Pers," kata Sekjen SWI Herry Budiman dalam keterangan pers yang diterima Banuaterkini.com, Rabu (18/10/2023).

Di dampingi Wakil Ketua Umum Ali Nasrullah, Bendahara Umum Anwar Nurdin, Kabid Humas Hendra Gunawan dan Kabid Hubal Arief Ramdhani, Herry menjelaskan bahwa menjadi konstituen Dewan Pers merupakan salah satu misi SWI dan menjadi program prioritas hasil Rakernas Juli 2022 di Bogor yang diikuti 180 Pengurus SWI se Indonesia.

"Konsekwensinya SWI harus melengkapi persyaratan sesuai Peraturan DP Nomor 07/Peraturan-DP/V/2008 tentang pengesahan SK DP Nomor 04/SK-DP/III/2006 tentang Standar Organisasi Wartawan," ungkap founder SWI ini.

Menurutnya, untuk melengkapi persyaratan menjadi organisasi wartawan konstituen Dewan Pers memang tidak mudah.

Namun, berkat kesolidan dan kesepahaman pengurus SWI di seluruh Indonesia, akhirnya persyaratan itu dapat dipenuhi. Herry juga menegaskan bahwa SWI tidak teralifiasi dengan Dewan Pers Indonesia (DPI).

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev
Apa yang bisa kami bantu?