HEBOH! Anies Bakal Jadikan Cak Imin Cawapresnya, Demokrat: Kami Dikhianati

Banuaterkini.com - Jumat, 1 September 2023 | 19:23 WIB

Post View : 94

Heboh kabar Anies Baswedan menggandeng Cak Imin sebagai Cawapresnya. Foto: BANUATERKINI/CNBC Indonesia.

Laporan: Ariel Subarkah

Perkembangan politik di tanah air menjelang pendaftaran pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) semakin 'panas'. Lantaran belum ada satupun pasangan calon yang secara resmi mendeklarasikan diri bakal maju dalam kontestasi pemilihan presiden mendatang, tak terkecuali Anies Baswedan.

Jakarta, Banuaterkini.com - Terbaru, beredar kabar bahwa Anies Baswedan secara diam-diam melakukan pendekatan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Informasi tersebut membuat Partai Demokrat sebagai salah satu partai koalisi meradang. Partai Demokrat merasa 'dikhianati' jika benar Anies menggandeng Cak Imin sebagai wakilnya pada Pemilu tahun depan.

Dan, jika isu ini benar adanya, bukan tidak mungkin keutuhan koalisi yang selama ini nampak terpelihara akan pecah. 

Pertanyaannya, mengapa Cak Imin? Dan, apakah dia benar-benar bisa mendongkrat elektabilitas Anies? Jika benar Cak Imin bergabung, bagaimana nasih koalisi yang semula berisi NasDem, Demokrat, dan PKS? Lalu, bagaiman nasib Prabowo yang sebelumnya satu koalisi dengan Cak Imin dan PKB?

Menanggapi isu itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan bahwa jika isu itu benar, hal itu bukanlah "kiamat" atau "akhir dari perjuangan (Partai Demokrat".

Menurut SBY, dalam konferensi pers merespons kabar merapatnya Muhaimin Iskandar jadi cawapres Anies pada Jumat (01/09/2023) sebagai "ujian dan cobaan".

Dikutip dari BBCNewsIndonesia.com, SBY malah mengaku tidak terlalu kecewa, jika isu itu benar. Pasalnya, ditelikung sekarang tidak terlalu "sakit" daripada "dikhianati" mendekati waktu pendaftaran ke KPU.

"Memang kita ditelikung dan ditinggalkan, seperti ini, sekarang. Bayangkan kalau ditelikungnya, ditinggalkannya kita ini satu, dua hari sebelum batas pendaftaran ke KPU, bayangkan seperti apa," kata SBY satir.

"Kita masih ditolong oleh Allah, kita diselamatkan oleh sejarah," ujar mantan presiden tersebut.

Sementara itu, salah seorang anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan kalau Partai Demokrat merasa dikhianati.

"Kita dikhianati," kata Syarief Hasan.

Anies Baswedan, bakal capres yang diusung Koalisi Perubahan. Foto: BANUATERKINI/INDRIANTO EKO SUWARSO/ANTARAFOTO

Syarief menyebut bahwa kabar Anies meminang Cak Imin sebagai pendampingnya dalam pilpres 2024 mengemuka pada detik-detik terakhir menjelang deklarasi bakal capres-cawapres Anies-AHY (Agus Harimurti Yudhoyono).

AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat, yang juga putra sulung SBY.

"Di tengah lagi persiapkan akan setuju deklarasi, kemudian tim delapan sudah siap segala sesuatunya, ini berubah," kata Syarief seperti dikutip BBC News Indonesia, Jumat (01/09/2023).

"Itulah bentuk tidak transparan, merupakan pengkhianatan kepada kita. Kalau sebagai koalisi segala sesuatunya [semestinya] dibicarakan dengan kita," ujarnya lagi.

Syarief juga mengakui telah menyerukan kepada seluruh pengurus cabang Partai Demokrat untuk menurunkan baliho yang memasang wajah Anies-AHY.

Sebelumnya, surat yang disebut dikirim oleh Anies Baswedan kepada AHY beredar di dunia maya. Surat itu memuat tulisan tangan Anies, yang meminta AHY menjadi pendampingnya dalam pilpres mendatang.

Dikutip dari detik.com, surat tersebut ditandatangani oleh Anies pada 25 Agustus silam.

"Melalui pesan singkat ini, kami bermaksud menyampaikan harapan, agar Mas AHY berkenan untuk menjadi pasangan dalam mengikuti Pilpres 2024," tulis surat yang beredar luas di media.

Sejauh ini masih utuh. Tapi Partai Demokrat memberi sinyal akan hengkang.

Syarief Hasan mengatakan: "Kalau orang dikhianati masa mau sama-sama lagi di situ [Koalisi Perubahan]. Logikanya gitu loh."

Politikus yang duduk sebagai wakil ketua MPR ini juga membantah sikap partainya ini berkaitan dengan wacana memasangkan Ganjar dengan AHY.

Sebelumnya, sempat juga berembus kabar bakal capres dari PDI Perjuangan itu akan dipasangkan dengan ketua umum Partai Demokrat.

Walapun, tak lama sebelumnya wacana menduetkan Ganjar dan Anies juga mengemuka.

Editor: Ghazali Rahman

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev