Kepala BI Kalsel: Pesantren adalah Pilar Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Syariah

Banuaterkini.com - Selasa, 28 Februari 2023 | 21:10 WIB

Post View : 17

Kepala Perwakilan BI Kalsel Wahyu Pratomo menyatakan pondok pesantren adalah cetak biru perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kredit Foto: Banuaterkini/Istimewa.

Laporan: Misbad l Editor: Ghazali Rahman

Pesantren merupakan salah satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan sistem keuangan syariah di Indonesia. Sebab itu, pengembangan kemandirian ekonomi pesantren berperan penting dalam membangun basis ekonomi yang kuat.

Banjarmasin, Banuaterkini.com - Kepala Perwakilan BI Kalsel Wahyu Pratomo menyatakan, pengembangan kemandirian ekonomi pesantren menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif.

“BI telah menyertakan peran pesantren dalam salah satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yaitu penguatan ekonomi syariah melalui program peningkatan kelembagaan yang salah satunya melalui kemandirian ekonomi pesantren,” kata Wahyu Pratomo, dalam sambutannya pada acara Musyawarah Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN)yang digelar Bank Indonesia Kalsel di Banjarmasin, Banjarmasin, Selasa (28/2/2023).

Dikatakan Wahyu, BI secara konsisten dan inovatif terus bersinergi dengan pemangku kepentingan ekonomi dan syariah di Kalsel.

Tak hanya dengan Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), BI juga bersinergi dengan Pondok Pesantren, dan Perbankan Syariah lainnya, guna membangun rantai nilai halal.

"BI konsisten membangun rantai nilai halal (halal value chain) melalui pengembangan industri halal di sisi input, produksi, proses produksi, dan pemasaran," ujar Wahyu.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum HEBITREN Kalsel KH M. Abdul Hamid, yang hadir pada musyawarah tersebut menyampaikan apresiasi kepada BI atas upaya memajukan kemandirian ekonomi bisnis pesantren.

Ia juga berharap agar basis ekonomi pesantren semakin kuat di masa depan.

“Hari ini, musyawarah kerja HEBITREN tahun 2023 telah terlaksana. Ke depan, kami yakin sinergi antara BI bersama Kemenag, BAZNAS, BWI dan Perbankan Syariah akan menguatkan basis ekosistem bisnis pesantren,” ujar Abdul.

Musyawarah HEBITREN Kalsel 2023 menghadirkan narasumber ahli, yakni Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H. Muhammad Tambrin, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalsel H.M. Fadhly Mansoer, Kepala Bidang Pendayagunaan Zakat BAZNAS Kalsel Rizqy Khairunnisa, dan Manajer Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarmasin Yudhi Irawan.

Kebijakan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (eksyar) BI merupakan bagian dari bauran kebijakan BI, dan termasuk sebagai bentuk respons kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev