Mendagri Minta Daerah Kendalikan Laju Inflasi, Tito: Bisa Rusak Struktur Ekonomi

Banuaterkini.com - Selasa, 18 Juli 2023 | 06:31 WIB

Post View : 34

Mendagri Tito Karnavian meminta kepada daerah untuk mengambil langkah-langkah tepat mengatasi laju inflasi. Foto : BANUATERKINI?Wasaka.kalselprov.go.id

Laporan: Misbad l Editor: Ghazali Rahman

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta kepada semua Daerah di Indonesia untuk segera melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan laju inflasi. Pasalnya, menurut Tito, inflasi dapat merusak stuktur ekonomi.

Banjarbaru, Banuaterkini.com - Permintaan Mendagri Tito Karnavian tersebut disampaikan kepada berbagai pimpinan daerah di Indonesia, termasuk kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inlasi Daerah, yang dilaksanakan secara daring, Senin (17/07/2023) pagi.

Pemprov Kalsel sendiri diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II, Suparmi bersama perwakilan Dinas Sosial, Bulog, Kadin, dan sejumlah SKPD pemangku kebijakan bidang pengendalian inflasi Kalsel di ruang Command Center Setdraprov Kalsel, Banjarbaru.

Tito Karnavian meminta, agar daerah yang tingkat inflasinya tinggi untuk segara melakukan langkah tepat agar laju inflasi terkendali sebagaimana arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, tingkat inflasi yang tinggi dapat merusak struktur ekonomi dan dapat menimbulkan ketidakstabilan harga pangan di pasaran.

Plt. Asisten II Pemprov Kalsel, drh. Suparmi, MS bersama sejumlah pemangku kebijakan pengendalian inlasi di lingkup Pemprov Kalsel saat mengikuti Rakor yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian via daring. Foto: BANUATERKINI/Wasaka.kalselprov.go.id

“Meskipun inflasi membaik, secara nasional 3,52 persen, tetapi angka inflasi di tingkat daerah juga terjadi variasi, ada yang rendah sekali, tapi juga ada (daerah) yang tinggi, ada yang sampai 5 persen,” kata Tito, dikutip Banuaterkini.com, Selasa (17/07/2023) dari laman wasaka.kalselprov.go.id.

Melihat kondisi tersebut, kata Mendagri, dirinya mengimbau agar ke depan daerah dengan tingkat inflasi rendah dapat terus dipertahankan.

Sebab inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Dengan begitu, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun sebaliknya, inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak negatif pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Kepada daerah yang rendah inflasinya agar terus dipertahankan, dan kepada daerah yang tinggi inflasinya untuk sesegera mungkin membuat gerakan,” tegasnya.

Tito meminta kepada daerah yang mengalami inflasi tinggi agar segara mencari akar permasalahan terutama dari sisi suplai dan demand.

Sementara itu, Direktur Statistik Harga Windhiarso Putranto menyebutkan, hingga Minggu kedua bulan Juli ada beberapa daerah dengan angka inflasi yang tertinggi. 

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev