TP PKK dan DP3A Kalsel Lakukan Sosialisasi Pola Asuh Anak di Era Digital

Banuaterkini.com - Senin, 21 Agustus 2023 | 17:53 WIB

Post View : 11

TIm Penggerak PKK dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan KB Prov. Kalsel menggelar sosialisasi pola asuh anak di era digital, Senin (21/08/2023). Foto; BANUATERKINI/Biro Adpim Prov Kalsel.

Laporan: Misbad l Editor: Ghazali Rahman

Untuk mengantisipasi dampak negatif perkembangan teknologi digital, Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan KB Provinsi Kalsel melaksanakan Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI), Senin (21/08/2023).

Banjarmasin, Banuaterkini.com - Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyampaikan arti pentingnya pola pengasuhan anak dan remaja yang benar di era digital.

"Di era digital, di mana pertukaran informasi berlangsung sangat cepat, diperlukan kegiatan seperti sosialisasi ini untuk mengimbangi perkembangan jaman," kata Hj Raudhatul Jannah saat membuka secara resmi kegiatan tersebut di Hotel Zuri Express Banjarmasin, Senin pagi.

Sebelum membuka kegiatan ini secara resmi, Bunda, panggilan akrab Hj Raudhatul Jannah, mengingatkan bahwa di era digital di mana pertukaran informasi berlangsung sangat cepat, diperlukan kegiatan seperti sosialisasi ini untuk mengimbangi perkembangan jaman.

“Sekarang era digital, kemajuan teknologi menjadi dua sisi mata pisau. Oleh karena itu baik dan buruknya tergantung penerima informasi. Saya berharap kegiatan sosialisasi lebih digaungkan dan diviralkan, untuk mengimbangi viral dan pesatnya perkembangan teknologi,” ujarnya.

Bunda juga menyampaikan pesannya kepada para orang tua untuk menjaga anak sebagai amanah dari tuhan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Meskipun anak adalah keturunan sendiri, tentu kepribadiannya bisa saja berbeda, dan tugas orang tua lah untuk menjaga dan menerapkan pola asuh yang benar.

“Ibu adalah guru pertama yg dikenal anak. Anak adalah peniru yg hebat. Mengasuh anak bukan hanya secara harfiah, tapi juga mendidik secara terarah agar mencapai tumbuh kembang yang optimal,” ujarnya mengingatkan.

Dikatakan Bunda, ada beberapa hal yang berpengaruh pada optimalnya tumbuh kembang anak yaitu faktor pendidikan, makanan yang bergizi, serta adanya dukungan penuh dari sang Ayah selaku kepala keluarga.

“Bapak bukan hanya sebagai pemberi nafkah, tapi juga memiliki kewajiban moral untuk bisa sama-sama secara harmonis memberikan pola asuh yang terbaik sesuai dengan ketersediaan waktu dan kemampuan dari masing-masing. Apabila ini dilakukan secara bersama-sama, maka hasilnya pun akan baik,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan sosialisasi PAAREDI, ia mengungkapkan, bahwa upaya penguatan ketahanan keluarga melalui penerapan pola asuh anak yang baik dan benar dapat semakin masif dilaksanakan.

“Tujuannya adalah meningkatkan kualitas generasi muda yang akan datang, tingkat pendidikan, pengasuhan, pola makan yang layak dan lain sebagainya, juga dalam rangka meningkatkan ketahanan dalam keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pokja 1 TP PKK Provinsi Kalsel, Evy Nurmina S, menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut di antaranya adalah, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait peran keluarga khususnya dalam pembinaan pola asuh anak dan remaja.

Kegiatan ini, kata Evy, motivasi kepada para orang tua untuk mampu menjadi inspirasi di wilayah masing-masing yang terkait dengan pengasuhan anak, serta memberikan perlindungan hak-hak anak sesuai peraturan yang berlaku.

Terpisah, Kepala DP3A dan KB, Adi Santoso, menyampaikan, pemilihan TP PKK sebagai mitra dalam pelaksanaan edukasi pola asuh anak dan remaja ini bukan tanpa alasan.

“TP PKK kami anggap sebagai mitra strategis untuk melakukan edukasi pola asuh anak remaja, karena TP PKK hadir sampai ke dasa wisma, ada di seluruh desa dan kelurahan,” ujarnya.

Menurut Adi, ini menjadi jaminan efektif untuk mengedukasi seluruh keluarga yang ada di banua Kalsel, agar tepat dalam rangka memberikan pola asuh pendampingan kepada anak dan remaja sehingga menjamin tumbuh kembang anak sesuai dengan kewajarannya.

Selain itu, lanjut dia, juga untuk pemenuhan akan hak-hak anak, dan upaya perlindungan dari tindak kekerasan dan bahaya-bahaya lainnya, terutama di era digitalisasi, dunia yang tanpa batas dewasa ini.

Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta dari TP PKK kabupaten dan kota, desa atau kelurahan se Kalsel dan juga TP PKK Provinsi Kalsel.

Adapun para pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Kepala DP3A dan KB Provinsi Kalsel, Adi Santoso dan Gusti Noor Ermawati dari Ikatan Psikologi Klinis wilayah Kalsel. (Ran/Biro Adpim).

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev
Apa yang bisa kami bantu?