YLKP Intan Kalsel Minta Pemerintah Serius Sikapi Kasus Gagal Ginjal Akut

Banuaterkini.com - Senin, 31 Oktober 2022 | 08:51 WIB

Post View : 40

Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Intan Kalsel, Dr Fauzan Ramon SH MH, meminta pemerintah serius menyikapi kasus gagal ginjal akut yang misterius. Foto: Banuaterkini/AK.

Laporan: Ahmad Kusairi l Editor: DR MDQ

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKP) Intan Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta Pemerintah menyikapi secara serius kasus gagal ginjal akut misterius yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Banjarmasin, Banuaterkini.com - Sikap serius Pemerintah itu dapat ditunjukkan dengan melakukan penyetoran produksi segala jenis obat cair atau sirup termasuk menariknya yang sudah terlanjut beredar di pasaran, jika sudah diketahui dugaan kasu gangguan ginjal yang dipicu oleh komponen pelarut dalam obat tersebut.

Menanggapi imbauan tersebut, Ketua Umum YLKP Intan Kalsel, Dr Fauzan Ramon SH MH menegaskan pihak Kemenkes RI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI perlu memberikan kebijakan lebih tegas terkait kaitan obat sirup dengan kasus gangguan ginjal akut misterius.

"Kemenkes dan Badan POM tampak ambigu dengan langkah kebijakan yang diambil. Sebab sikap dan pernyataan Kemenkes kurang tegas, karena hanya meminta masyarakat tidak mengonsumsi obat panas cair berupa sirup yang diduga menjadi penyebab," ungkapnya kepada Banuaterkini.com, Senin (31/10/2022).

Mestinya. kata Fauzan, Kemenkes juga melakukan recalling (menarik) dari pasaran, terhadap produk obat panas atau demam untuk anak dalam bentuk cair atau sirup tersebut," imbuhnya.

Apalagi, lanjut Fauzan, di Kalsel sudah terdetek 3 kasus anak yang diduga mengalami kasus gagal ginjal akut. 

"Pemerintah melalui instansi terkait seperti BP POM dan instansi kesehatan harus segera bertindak, agar kasusnya tidak semakin besar dan banyak korban berjatuhan," tegas pengacara senior ini.

Sebelumnya diinformasikan, di Indonesia tercatat ratusan kasus gangguan ginjal akut misterius, bahkan Gambia melaporkan lebih dari 60 kematian anak dengan kondisi cedera ginjal, diduga akibat konsumsi obat batuk cair produksi India. Namun BPOM RI menyebut, produk-produk di Gambia tersebut tidak berbeda di Indonesia.

"Selain itu, jika obat yg beredar di Gambia tidak beredar di Indonesia, tetapi kenapa kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia sangat tinggi (200-an) kasus dan bahkan banyak yang meninggal? Ini menjadi hal yang sangat aneh," beber Fauzan lebih lanjut.

"YLKP Intan Kalsel meminta pemerintah bergerak cepat dan sinergis dalam menangani kasus ini demi memberikan perlindungan yang menyeluruh pada masyarakat, khususnya anak anak," pungkasnya.

Menurut data terakhir hingga Selasa (18/10/2022) dari Kemenkes RI, ada 206 anak yang didiagnosis mengalami gangguan ginjal akut misterius atau acute kidney infection (AKI). Dari total kasus tersebut, 99 di antaranya meninggal dunia.

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev
Apa yang bisa kami bantu?