Home » Tokoh

Memaknai Arti Sebuah Silaturahmi, Kisah Inspiratif Muhdi dan Dr Aqua

Redaksi - Sabtu, 19 April 2025 | 12:28 WIB

Post View : 336

Momen tak terlupakan saat Muhdi mendapat kenangan buku dari Dr Aqua Dwipayana di rumahnya. (BANUATERKINI/Istimewa)

Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, silaturahmi sering kali terpinggirkan oleh kesibukan dan rutinitas. Namun, di balik semua itu, ada kisah-kisah yang membuktikan bahwa menjaga hubungan antarmanusia bisa menjadi sumber kekuatan luar biasa.

Banuaterkini.com, BANJARMASIN - Adalah Muhdi, seorang mantan Kepala Kantor Pos yang pernah bertugas di berbagai pelosok Indonesia, dan Dr. Aqua Dwipayana, motivator nasional dan internasional yang dikenal dengan filosofi “The Power of Silaturahim”.

Persahabatan mereka bukan hanya sekadar pertemuan antara dua pribadi, tetapi menjadi cermin tentang bagaimana silaturahmi yang tulus mampu menghadirkan rezeki, keteguhan, bahkan makna hidup yang lebih dalam.

Dalam artikel kali ini, Redaksi Banuaterkini.com, mengajak pembaca menyelami kisah inspiratif keduanya, tentang ketulusan, keikhlasan, dan keteguhan dalam menjalin hubungan, bahkan ketika waktu dan keadaan tampak tidak bersahabat.

Semoga kisah ini menjadi pengingat, bahwa di tengah kesibukan sekalipun, silaturahmi adalah jembatan yang tak pernah sia-sia.

Awal Pertemuan, dari BBM ke Persahabatan Sejati

Kisah ini dimulai pada Juni 2012, saat itu Muhdi masih menjabat sebagai Kepala Kantor Pos Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

Sebagai seorang pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan zaman, ia memanfaatkan platform BlackBerry Messenger (BBM) untuk mempromosikan layanan Pos Indonesia dan menanggapi langsung keluhan pelanggan.

Momen pertemuan Muhdi dengan Dr Aqua Dwipayana di Kapuas 14 April 2014. (BANUATERKINI/Istimewa)

Dari sinilah "sejarah" dimulai, melalui rekomendasi Liana Soediayanti, pejabat pusat Pos Indonesia, Muhdi dikenalkan dengan sosok Dr. Aqua Dwipayana, seorang motivator yang dikenal luas hingga ke mancanegara.

Pertemuan pertama secara langsung terjadi dua tahun kemudian, pada 14 April 2014, dalam suasana penuh kehangatan dan ketulusan.

“Silaturahmi itu bukan soal waktu luang, tapi soal niat,” ujar Muhdi mengenang momen ketika Dr. Aqua menyempatkan mampir ke Kantor Pos Kapuas meski sedang dalam perjalanan dinas dan ditunggu Kapolda Kalimantan Selatan untuk jamuan makan siang.

Pelajaran Hidup dari Seorang Sahabat

Hubungan ini bukan hanya menjembatani pertemanan biasa, tapi juga menjadi sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan profesional dan pribadi Muhdi.

Setiap kali dimutasi ke lokasi baru, seperti Sanggau, Kalimantan Barat, Sampit di Kalimantan Tengah, hingga Kota Solo, prinsip silaturahmi yang diajarkan oleh Dr. Aqua selalu menjadi prioritas.

Momen saat Dr Aqua bertandang ke rumah Muhdi di bilangan Jalan A Yani Km 14.500 Komplek Sejahtera Mandiri Asri Gambut pada 5 April 2022. (BANUATERKINI/Istimewa)

“Beliau selalu bilang, jangan silaturahmi hanya ketika butuh. Harus terus dijaga, karena dari sanalah rezeki dan bantuan yang tak terduga sering datang,” tutur Muhdi, kepada Banuaterkini.com, Sabtu (19/04/2025).

Tahun 2018 menjadi titik balik dalam hidupnya. Istrinya, yang baru saja menjalani operasi kanker, mengalami kondisi drop saat mereka sedang berlibur.

Muhdi mengurus perawatan sang istri dengan penuh kesabaran, hingga akhirnya sang istri menghembuskan napas terakhir pada Oktober 2018.

Di tengah duka yang dalam, semangat silaturahmi dan dorongan moral dari Dr. Aqua tetap hadir.

“Beliau adalah salah seorang yang membuat saya kuat menghadapi masa-masa itu,” kenangnya.

Dr Aqua Jadikan Silaturahmi sebagai Jalan Hidup

Dr. Aqua sendiri bukan sosok biasa. Kariernya dimulai sejak duduk di bangku SMA sebagai jurnalis.

Ia sempat bergabung di media-media besar seperti Jawa Pos dan Bisnis Indonesia, lalu banting setir menjadi Humas di PT Semen Cibinong.

Momen Dr Aqua Dwipayana berjumpa Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Dirpolairud Kalsel, Kombes Pol Andi Adnan. (BANUATERKINI/Istimewa)

Namun, takdir membawanya menjadi motivator ulung setelah ditawari menjadi pembicara dengan honor Rp 5 juta untuk dua jam.

Kini, tarifnya melonjak hingga Rp 60 juta per sesi, angka yang cukup fantastis. Tapi bagi Dr. Aqua, uang bukan segalanya.

Ia tetap hidup sederhana dan menggunakan rezekinya untuk membantu orang lain, termasuk memberangkatkan umroh 167 orang dari hasil penjualan bukunya “The Power of Silaturahim”.

"Yang luar biasa itu Allah, bukan saya," ucapnya rendah hati saat menjadi pembicara dalam Fellowship Jurnalis Pendidikan (FJP) Batch IV.

Rezeki Lewat Jejaring Tanpa Pamrih

Dengan gaya hidup sederhana dan semangat berbagi, Aqua menjelajahi 34 negara dan memberi motivasi kepada ratusan ribu orang.

Ia menekankan pentingnya silaturahmi yang tulus dan tidak berpamrih.

“Rezeki tidak selalu berupa uang. Informasi, jaringan, dan kepercayaan juga bentuk rezeki. Wartawan, terutama, harus menjalin hubungan bukan hanya saat butuh, tapi sepanjang waktu,” tegasnya.

Dr. Aqua juga menginspirasi anak-anaknya untuk memiliki nilai sosial yang tinggi.

Putrinya, Alira, sempat menetap di Korea Selatan untuk studi dan bekerja di perusahaan farmasi terkemuka sebelum akhirnya memilih pulang ke tanah air.

Sementara putranya, Mas Ero, mengikuti jejak sang ayah dalam menjunjung tinggi nilai silaturahmi.

Muhdi Pensiun Dini, Demi Keluarga dan Silaturahmi

Terinspirasi oleh kehidupan Dr. Aqua, Muhdi akhirnya memutuskan untuk pensiun dini pada awal 2019.

Ia ingin lebih dekat dengan anak-anaknya yang tinggal di Kalimantan.

Muhdi mewakili Rekto UNUKASE Dr Abrani Sulaiman dalam sebuah kegiatan APPTI di Hotel Grand Tan Banjarmasin. (BANUATERKINI/Istimewa).

Saat Dr. Aqua melakukan perjalanan ke Banjarmasin pada September 2022, ia menyempatkan diri untuk mampir ke rumah Muhdi di Gambut, meski jadwalnya begitu padat.

“Ini bukan tentang waktu luang, tapi tentang kepedulian. Saya belajar banyak dari Pak Aqua, bahwa hidup ini tentang memberi manfaat. Dan silaturahmi adalah salah satu jalan terbaiknya,” ucap Muhdi haru.

Kini, Muhdi aktif di bagian Kerja Sama dah Humas Universitas Nahdhatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), dan mengimplementasikan seluruh pengalamannya di kampus NU terbesar di Kalimantan Selatan. 

Silaturahmi Itu Rezeki

Kisah Muhdi dan Dr. Aqua adalah bukti nyata bahwa silaturahmi bukan sekadar basa-basi. Ia adalah jembatan untuk rezeki, kekuatan, dan semangat dalam menghadapi kehidupan. Dari ruang kerja hingga ruang hati, hubungan yang tulus selalu menemukan jalannya.

Silaturahmi sejatinya adalah investasi tanpa risiko, yang keuntungannya tak selalu tampak di depan mata, tapi akan hadir tepat ketika dibutuhkan.

Dari pengalaman Muhdi, kita belajar bahwa dengan menjaga hubungan baik, pintu bantuan, dukungan, bahkan kekuatan emosional, terbuka tanpa perlu diminta.

Ia tak hanya mempererat persaudaraan, tapi juga menjadi penguat langkah saat ujian hidup datang menghampiri.

Dr. Aqua sendiri telah membuktikan bahwa jejaring yang dibangun dari silaturahmi mampu menembus sekat-sekat geografis, status sosial, bahkan perbedaan pemikiran.

Ia tidak hanya mendatangi ribuan orang dalam hidupnya, tapi juga menyentuh hati mereka satu per satu.

Baginya, silaturahmi bukan hanya tindakan sosial, tapi juga ibadah yang memperluas rezeki, memperpanjang umur, dan memperkuat makna hidup.

Dr. Aqua mengingatkan, “Setiap orang adalah guru. Jangan pernah remehkan siapapun. Jadilah jurnalis atau apapun profesimu, yang selalu membawa manfaat bagi orang lain.”

Dan Muhdi, kini menjadi salah satu bukti nyata dari pesan Dr Aqua Dwipayana.  

"Jangan tunggu butuh, baru bersilaturahmi. Bersilaturahmilah karena itu bagian dari rezeki.". (Seperti dituturkan Muhdi kepada Banuaterkini.com)

Laporan: Ahmad Kusairi
Editor: Indra Jaya
Copyright @Banuaterkini 2025
Baca Juga :  Abdillah, Kiper Legendaris Barito Putera yang Menginspirasi Generasi Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev