Masyarakat HST Tetap Tolak Usaha Pertambangan

Redaksi - Minggu, 28 Januari 2024 | 09:12 WIB

Post View : 46

Peristiwa banjir besar yang melanda wilayah HST dan sejumlah wilayah di Kalsel tahun 2021 lalu. Foto: BANUATERKINI/Poros Kalimantan.

Laporan: Ahmad Kusairi

Warga masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan akan tetap menolak usaha pertambangan, karena dianggap bisa menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak buruk bagi mereka.

Barabai, Banuaterkini.com - Anggota DPRD Kalsel, Gusti Rosyadi Elmi mengungkapkan hal itu terkait masih kuatnya penolakan masyarakat di wilayah 'Kota Apam' tersebut terhadap usaha yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan. 

"Penolakan terhadap usaha yang berpotensi kerusakan lingkungan itu mereka sampaikan saat saya reses," ujar Gusti Rosyadi Elmi di Barabai, Sabtu (27/01/2028).

Dikutip dari Antaranews.com, wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan HST itu, penolakan warga masyarakat tersebut cukup beralasan.

Pasalnya, kata dia, "Bumi Murakata" HST tersebut belakangan ini sering dilanda banjir, mungkin salah satu faktor penyebabnya adalah karena terjadi kerusakan lingkungan.

Jadi, kata dia, adanya kegiatan usaha pertambangan di wilayah mereka dianggap dapat memperparah kerusakan lingkungan.

Bumi Murakata merupakan motto daerah HST sebuah singkatan dari Musyawarah, Rakat dan Seiasekata (maksudnya mengutamakan kebersamaan) dalam membangun daerah dan masyarakat setempat.

Disebutkan, sebagai contoh banjir yang melanda Bumi Murakata HST serta hampir seluruh wilayah Kalsel Januari 2021 merupakan terdahsyat serta dampak terparah, dan menyusul beberapa kali banjir bandang membuat warga masyarakat setempat merasa tidak tenang.

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev