Presiden: Hati-hati Menyusun Kebijakan Hadapi Perekonomian Global 2023

Banuaterkini.com - Rabu, 30 November 2022 | 18:53 WIB

Post View : 21

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30//11/2022). Foto: BPMI Satpres.

Editor: DR MDQ Elbanjary

Presiden Joko Widodo meminta ajar jajarannya berhati-hati dalam menyusun kebijakan dan tetap waspada menghadapi ketidakpastian perekonomian global tahun depan.

Jakarta, Banuaterkini.com - Presiden juga meminta agar jajarannya optimistis menghadapi kondisi perekonomian global tahun depan yang masih penuh dengan ketidakpastian.

“Fiskal, moneter harus selalu berbicara, harus selalu berdampingan sehingga semua policy yang ada itu betul-betul bermanfaat bagi rakyat dan negara,” ucap Presiden saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2022 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Presiden Jokowi menjabarkan, ada sejumlah aspek perekonomian yang perlu diperhatikan pada tahun 2023 seperti nilai ekspor Indonesia yang melompat tinggi dalam dua tahun terakhir. Presiden mengingatkan agar nilai ekspor Indonesia tahun 2023 dapat tetap terjaga bahkan mestinya meningkat.

“Hati-hati tahun depan bisa menurun karena problem di Tiongkok yang belum selesai hingga ekonomi mereka juga turun karena policy nol Covid. Kemudian di Uni Eropa juga sama, pelemahan ekonomi pasti, resesinya kapan tinggal ditunggu saja,” lanjutnya.

Selanjutnya, Kepala Negara menuturkan bahwa saat ini Indonesia mulai mendapatkan kepercayaan dari investor dunia internasional. Kepercayaan tersebut, kata Presiden, perlu didukung pembaruan kebijakan yang diikuti dengan implementasi yang baik di lapangan.

“Kita memang ingin membangun sebuah cara-cara kerja baru. Kita ingin membangun sebuah mindset baru. Itulah yang menimbulkan trust dan kepercayaan kepada kita, tapi hati-hati, masih perlu policy yang kita reform dan perlu pelaksanaan di lapangan yang benar,” tutur Presiden.

Presiden didampingi Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat menemui wartawan. Foto: BPMI Satpres.

Sama halnya dengan ekspor, Presiden menyampaikan bahwa pencapaian target nilai investasi tahun depan tidak akan mudah karena semua negara sama-sama bersaing untuk menarik para investor. Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bersama-sama menjaga arus modal masuk dalam rangka investasi di Tanah Air.

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

BANNER 728 X 90-rev
Apa yang bisa kami bantu?